Teknik Softselling
Saat ini masyarakat cenderung menyukai cara jualan yang halus (softselling), jadi mereka tidak seperti didorong untuk membeli.
Berbeda dengan hardselling yang memang selalu promosi secara terang-terangan dan berisiko membuat pembaca jadi jenuh.
Berbeda dengan teknik sebelumnya, teknik ini bukan menyisipkan informasi produk dalam postingan kita, tapi memang secara terang-terangan menginformasikannya, namuan tetap tidak terlihat seperti jualan.
Kok bisa tidak terlihat seperti jualan?
Iya, karena tujuannya untuk berinteraksi dengan calon pembeli.
Untuk menggunakan teknik softselling, kita perlu memahami hal berikut ini.
1. Tunjukkan Value
Value atau kelebihan dari produk yang kita tawarkan akan jadi nilai plus dan alasan kuat agar calon pembeli tertarik. Tapi harus ingat, dalam menjelaskan kelebihan produk, gunakan bahasa yang mudah dimengerti dan hindari kalimat ajakan sehingga tidak terkesan jualan.
2. Bangun Relationship
Kita harus membuka diri terhadap para calon pembeli, rutin bangun relationship (hubungan) dengan berinteraksi atau sharing-sharing. Buatlah produk kita berkesan di mata pembeli melalui pendekatan yang tidak langsung dan halus.
3. Kenali Segmentasi Pasar
Ketika kita ingin menjual sebuah produk, artinya kita harus mengetahui siapa yang akan menerima manfaat dari produk yang kita jual. Jika sudah mengetahui target market-nya, maka kita akan tahu teknik softselling atau pendekatan seperti apa yang akan kita lakukan agar calon pembeli bisa tertarik dengan produk yang kita jual.
Supaya Anda lebih mudah membuatnya, berikut akan saya berikan contoh penggunaan teknik softselling yang tepat.
_Baru bangun tiba-tiba ada yang chat nanyain British Propolis. Jadi, ceritanya beliau kebetulan punya keluarga yang sedang mengalami amandel dan sempat bertanya pada temannya yang juga mengalami hal yang sama, beliau direkomendasikan temannya untuk pakai british propolis. Katanya, temannya itu bisa sembuh dengan cepat karena mengonsumi obat itu._
_Jadilah pagi ini dia chat saya, kemungkinan temannya juga pernah beli di saya sebelumnya. Saya jelaskan sebentar manfaat dan cara pakainya, alhamdulillah gak pake nunggu lama, gak pake drama, langsung transfer. Efek bangun pagi langsung kedatangan rezeki hehehe…_
_(upload foto produk atau bukti transfer)_
Sedikit perbedaan Covert Selling dengan Soft Selling : Covert Selling tanpa ajakan, penawaran dan perintah untuk membeli.
Covert selling pasti sebagai Soft Selling, tapi Soft Selling belum tentu Covert Selling.
Sampai sini mulai kebayang ya cara buatnya? Semoga bermanfaat. ๐
Komentar
Posting Komentar