JUALAN ITU SULIT, AH…. MASAK SIH ?

Info dan Pemesanan BP :
WA : 085101868087

Ada yang bilang 
_“jualan itu sulit”_ 
_“jualan itu tidak bergengsi”_
_“sy itu ndak bakat jualan”_

Ah …masak sih?
Padahal Si Ah….kagak bisa masak lho…? He he he

Baik lah….daripada mikirin Si Ah.. bisa masak atau tidak..…lebih baik …kita simak tulisan berikut ini….

Pernah ngelihat sirkus gak? 
Nah, coba kita amati tuh binatang buas di sirkus atau binatang gede semacam gajah… 

Gajah kan punya kekuatan besar dan bisa aja meloloskan diri dari seutas tali kecil yang ditambat ke tiang pancang yang cuma selengan anak kecil… 

Dengan sekali tarik pasti deh lepas.. 
Tapi kenyataannya kan enggak… 
Itu karena si gajah diajari untuk tidak bisa lepas dari tiang pancang itu.. 

Alhasil sang gajah pun “percaya” dan menganggap dirinya tidak cukup kuat untuk meloloskan diri… 

Demikian pula dengan sang Raja Hutan yang menjadi “loyo”….
 Pikiran mereka terlanjur “diprogram” untuk melakukan apa-apa yang diinginkan oleh pemilik sirkus! 

Itulah gambaran sederhana mental block. 

Mental block menghalangi pikiran sadar seseorang dari tindakan positif yang memberdayakan.

_Apa Itu Mental Blocks?_

Mental blocks, adalah hambatan secara mental / psikologis yang menyelubungi pikiran seseorang. Ia dapat muncul dari kekeliruan pengalaman hidup / pergaulan, sisa traumatik masa lalu, sisa luka batin, sisa pengalaman yang tidak mengenakkan ketika kecil maupun karena “kekeliruan” atau kekurangtepatan cara pandang / anggapan terhadap sesuatu bahkan akibat cara belajar/ pendidikan yang tidak tepat. 

Kemunculannya (manifestasinya) bisa berbentuk kecanggungan bertindak, kesulitan berbicara (apalagi di depan umum), kesulitan mengaktualisasikan diri (walaupun sebenarnya memiliki berbagai kelebihan, misalnya kecerdasan/ kemampuan lain), kadang juga muncul dalam bentuk sindrom “inferior complex” / sindrom rendah diri.

Jadi, mental blocks terbangun oleh adanya program negatif yang dengan sengaja atau tidak, tertancap di bawah sadar seseorang!

Apa Itu “Program Negatif” ?

Berkerabat dengan “mental block”, 
“program negatif” muncul mengiringi kehidupan kita sehari-hari, 
yakni ketika pikiran kita berhubungan dengan berbagai informasi yang tidak semuanya memberdayakan! 

Waspadalah!!! 
Waspadalah!!! 
Waspadalah!!! Kata Bang Napi

Dalam istilah hipnoterapi, pikiran kita diprogram oleh keadaan dan situasi kehidupan di sekitar kita, diprogram oleh televisi, sinetron, dsb…. 
Kadang diprogram oleh anggapan kita sendiri yang kadang bertentangan dengan produktivitas. 
Misalnya, kita pernah menganggap bahwa sukses itu hanya milik orang-orang yang berduit banyak, dsb… 

Jika pikiran kita meyakini hal itu, maka benar jugalah, terjadilah…. 
kita sulit sukses karena pikiran kita telah menolaknya! 
Jadilah “mental block”.

Hal yang sama, terjadi di rumah-rumah, ketika orangtua yang sedang marah, mengata-ngatai anaknya dengan ucapan kasar dan “menghukum”/ memvonis, 
misalnya… _”kamu memang anak goblok kok, masak gini aja gak bisa…”,_ dsb….. 
Atau, ada lagi variasi lain. 
Ketika mendapati anaknya yang nakalnya bukan main (maklum anak-anak, kan gitu biasanya.. ntar kalo dieeem aja, ntar malah jadi patung lho…. hehe…), 
sang ibu ngomel-ngomel di depan anaknya pula: 
_“…duh… bandelnya kamu… kayak anak setan…”_ (waduh…. ). 
Emang seneng kalo anaknya jadi anak setan.. hehehe…. 🙂

Di sekolah, sering pula kita temui guru yang seenaknya berucap sembrono (serampangan) kepada murid-muridnya.
Kata-kata itu mempengaruhi pikiran anak dan lambat laun berubah menjadi program negatif yang terbawa hingga anak tersebut dewasa kelak!

Itulah beberapa “ketidaksengajaan” atau “kekhilafan” yang berujung FATAL! 

Dalam bahasa masyarakat umum (masyarakat Jawa)  disebut “mandi pangucape” (manjur kata-katanya).

Dalam terminologi hipnoterapi, kata-kata tersebut masuk ke alam bawah sadar si anak dan langsung memprogram pikiran sadarnya!

Ingat:

*kekuatan alam pikiran bawah sadar = 88% !* 

Cukup kuat untuk memerintah pikiran sadar (yang cuma 12%!) yang selanjutnya, pikiran sadar memerintah organ-organ tubuh (fisik)! 

Bayangkan dan rasakan akibat kelalaian kecil tadi ! 
Demikian juga, bila seseorang terbiasa menerima kata-kata negatif yang merendahkan (bahkan mungkin dialami sejak pada masa kanak-kanak) baik oleh orang-orang di lingkungan rumah, sekolah, di lingkungan permainan bersama teman-temannya, dsb. 
Atau, seseorang yang ketika kecil sering ditakut-takuti, akan tumbuh menjadi pribadi yang canggung, rendah diri, penakut, dsb… 

Kalau dah gini nih…. bahaya…. Pengalaman pahit tersebut (kadang berupa trauma), dapat berubah menjadi selaput penghalang (blocks) secara mental, yang disebut mental blocks.

Sebenarnya masih sangat banyak kejadian di sekitar kita yang dapat menjelma menjadi mental block, penghalang pemikiran produktivitas kita.

Bagaimana…?

Jadi yang benar itu adalah
“jualan itu ~sulit~ *mudah*” 
“jualan itu ~tidak~ *bergengsi*”
“sy itu ~ndak~ *bakat jualan*”

Salam dari saya Rizal Arif, DS Family Fighter

_ALLAH is according to human thought_
_If you think you can, you will_

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mr Go 1: MEN DP IMPIAN

REZEKI NGGAK HABIS-HABIS. Kok bisa ?