ILMU UANG pernah belajar ? Sepenting apa sih ?
.
Di slide pertama, tangan saya megang lima lembar uang Rp 1, masing-masing terbitan tahun 1951, 1956, 1961, 1964 (gambar Sukarno), dan 1968 (gambar Sudirman). Itu punya Mas Ippho? Yup, ini koleksi pribadi.
.
Di slide kedua, uang Rp 1 juga, tapi terbitan Hindia Belanda, terbitan tahun 1943. Sekarang uang sebesar itu, maaf, sudah nggak bisa beli apa-apa lagi. Why? Bukan dicuri tuyul ataupun babi ngepet. Inflasi, inilah penyebab utamanya.
.
Di sekolah, kita 6 tahun belajar ilmu kimia dan ilmu fisika. Kalau #IlmuUang? Hampir-hampir nggak pernah dipelajari. Lha jangan heran, setelah dewasa kita sering keteteran uang. Saldonya sakaratul maut. ๐คช
.
Ingat, biaya pendidikan naik 2X lipat setiap 5 tahun. Harga properti di kota besar naik 20% setiap tahun. Biaya umrah pun naik setiap 2 tahun. Begitu pula harga barang-barang lainnya. Nabung? Boleh, tapi nggak terlalu solutif.
.
Lantas, apa saran saya? Pesugihan? Nggaklah. Ada baiknya kita belajar lebih intens soal ilmu uang. Bagaimana membuatnya bertumbuh dan bertambah. Bagaimana mencegah dampak inflasi. Bagaimana menyikapi pajak dan zakat. Menurut saya, berbisnis dan selalu update finansial adalah salah satu solusi.
.
Begini. Punya uang memang nggak jaminan bahagia. Tapi dengan adanya uang, insya Allah kita bisa membahagiakan keluarga tercinta dan orang-orang di sekitar kita. Bahkan, ibadah-ibadah tertentu pun hanya bisa terlaksana kalau ada uang dan itu realita.
.
Apa pendapat teman-teman? ๐
.
_Ippho Santosa_
#tips & motivasi bisnis

Komentar
Posting Komentar